Sosok 9 Ilmuwan Muslim Dibalik Keberhasilan India Mendarat di Bulan
India Memecahkan Rekor dengan Mendarat di Bulan
India telah mencatatkan namanya dalam sejarah eksplorasi luar angkasa dunia dengan prestasi luar biasa: berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa Chandrayaan-3 di dekat kutub selatan Bulan. Keberhasilan ini menjadikan India negara pertama yang mendaratkan pesawat luar angkasa di sisi ujung satelit Bumi ini. Tidak hanya itu, India juga menjadi negara keempat yang berhasil mendarat di Bulan, setelah Amerika Serikat, Uni Soviet, dan China. Prestasi gemilang ini tidak lepas dari kontribusi ratusan ilmuwan dan insinyur yang bekerja keras menggabungkan pengetahuan dan sumber daya mereka untuk mencapai tujuan ini.
Baca Juga:
Misi Chandrayaan-3 dan Peran Ilmuwan Muslim
Di balik prestasi gemilang ini, ada sejumlah ilmuwan Muslim yang turut berperan aktif dalam misi Chandrayaan-3. Mereka adalah bagian dari tim yang telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk meneliti data dan merancang solusi yang diperlukan untuk memastikan kesuksesan misi ini. Berikut adalah profil sembilan ilmuwan Muslim yang telah berkontribusi besar dalam keberhasilan India mendarat di Bulan:
1. Sana Firoz: Wanita Pemberani dari Mau
Sana Firoz, seorang sarjana teknologi di bidang teknik elektronik dan komunikasi dari Universitas Teknologi Madan Mohan Malaviya di Gorakhpur, adalah salah satu dari 54 ilmuwan dan insinyur wanita yang turut berkontribusi dalam misi Chandrayaan-3. Berasal dari kota kecil Mau, tetangga Azamgarh, Sana telah bekerja dengan ISRO sejak tahun 2013, menunjukkan dedikasinya dalam eksplorasi luar angkasa.
2. Yasser Ammar: Suami dan Rekan Sana Firoz
Yasser Ammar, suami Sana Firoz, juga merupakan anggota tim proyek Chandrayaan-3. Seperti Sana, ia adalah sarjana teknologi di bidang teknik elektronik dan komunikasi dari Universitas Teknologi Madan Mohan Malaviya di Gorakhpur. Yasser telah berkontribusi dengan menulis beberapa makalah penelitian bergengsi, salah satunya tentang "Desain dan pengembangan Silicon Photomultiplier untuk Aplikasi Penghitungan Foton," yang diterbitkan dalam Journal of Spacecraft Technology, jurnal penelitian ISRO
3. Mohammed Sabir Alam: Ahli Kedirgantaraan
Mohammed Sabir Alam adalah seorang insinyur yang memainkan peran penting dalam misi Chandrayaan-3. Dengan gelar sarjana teknologi di bidang teknik kedirgantaraan, penerbangan, dan astronotika dari Institut Sains dan Teknologi Luar Angkasa India di Thiruvananthapuram, Kerala, ia telah menjadi bagian dari pusat ISRO Thiruvananthapuram sejak 2018.
4. Areeb Ahmad: Ilmuwan Muda Berbakat
Areeb Ahmad, sarjana teknologi di bidang teknik mesin dari Jamia Millia Islamia, adalah ilmuwan muda yang memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan Chandrayaan-3. Ia merupakan bagian dari tim inspeksi sebelum peluncuran pada 14 Juli 2023, dan pesawat ini berhasil mendarat di wilayah kutub selatan Bulan hanya dalam enam minggu.
5. Akhtedar Abbas: Profesor dan Insinyur
Akhtedar Abbas, seorang sarjana teknologi dari Aligarh Muslim University dan M.Tech dari Motilal Nehru National Institute of Technology di Allahabad, telah bekerja dengan ISRO sejak Maret 2015. Sebelumnya, ia bekerja sebagai profesor di DIT Universitas di Dehradun dan Manajer Operasi di Indian Oil Corporation Limited.
6. Ishrat Jamal: Ahli Kelistrikan
Ishrat Jamal, sarjana teknologi di bidang teknik kelistrikan dari AMU dan M.Tech di bidang Power and Control dari IIT, Kanpur, telah bekerja dengan ISRO selama enam tahun terakhir. Saat ini, dia ditempatkan di fasilitas penelitian ISRO di Bengaluru.
7. Khushboo Mirza: Pakar ArcGIS
Khushboo Mirza, seorang ilmuwan wanita Muslim, adalah sarjana teknologi di bidang Teknik Elektronika dari Aligarh Muslim University. Ia bekerja di pusat ISRO di Greater Noida dan ahli dalam produk ArcGIS, perangkat lunak sistem informasi geografis yang penting dalam eksplorasi luar angkasa.
8. Mohd Kashif: Peringkat Teratas di Rekrutmen ISRO
Mohd Kashif, seorang sarjana teknologi di bidang Teknik Mesin dari Jamia Millia Islamia, bergabung dengan ISRO di pusat Bengaluru pada bulan Desember 2021. Ia memperoleh peringkat teratas dalam rekrutmen ISRO pada tahun 2021, menunjukkan keunggulan dan komitmen dalam eksplorasi luar angkasa.
9. Sonali Jain: Ahli Teknik Elektro dan Elektronika
Sonali Jain, seorang sarjana teknologi di bidang Teknik Elektro dan Elektronika dari AMU dan M.Tech dari IIT Kanpur, telah bekerja dengan ISRO sejak Mei 2017. Sebelumnya, ia bekerja sebagai Systems Engineer di Tata Consultancy Services, menambahkan keahliannya dalam teknologi luar angkasa.
Prestasi Luar Biasa Ilmuwan Muslim
Prestasi luar biasa para ilmuwan Muslim ini dalam misi Chandrayaan-3 adalah bukti nyata bahwa keragaman dan inklusivitas adalah kekuatan yang memajukan eksplorasi luar angkasa. Mereka telah membuktikan bahwa dedikasi, pengetahuan, dan kerja keras mereka tidak terhalang oleh batasan apa pun. Keberhasilan India mendarat di Bulan adalah prestasi kolaboratif dari berbagai latar belakang dan keyakinan, yang menginspirasi generasi muda untuk bercita-cita tinggi
Penulis: yuli

Comments
Post a Comment