PT PLN (Persero) telah mengumumkan keputusan radikal untuk menghapus proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
PT PLN (Persero) telah mengumumkan keputusan radikal untuk menghapus proyek
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara sebesar 13 Giga Watt (GW) dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, mengonfirmasi bahwa langkah ini telah diambil dua tahun lalu sebagai bagian dari komitmen mereka untuk mencapai Net Zero Emissions (NZ)Pernyataan ini disampaikan oleh Darmawan dalam ASEAN-Indo-Pacific Forum 2023 di Jakarta, di mana ia memaparkan pencapaian PLN dalam transisi energi di hadapan Presiden Joko Widodo dan para pemimpin ASEAN lainnya. Darmawan menjelaskan bahwa PLN telah memulai perjalanan menuju NZE dua tahun lalu dan mencapai pencapaian signifikan dengan menghilangkan 13 GW PLTU batu bara dari tahap perencanaan.
Langkah ini sejalan dengan visi PLN untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke energi bersih. Dalam upayanya untuk mencapai target NZE, PLN telah merencanakan pembangunan proyek pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan dengan kontribusi sebesar 51,6% dalam 10 tahun ke depan. Darmawan menyebut rencana tersebut sebagai langkah menuju elektrifikasi terhijau terbesar masih ada tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah ketidaksesuaian antara lokasi permintaan listrik yang terpusat di Pulau Jawa dengan lokasi suplai energi terbarukan yang terdistribusi di daerah-daerah terpencil. Untuk mengatasi masalah ini, PLN berencana membangun super grid yang akan meningkatkan kapasitas pembangkit nasional sebesar 32 Giga Watt dari energi terbarukan. Super grid ini diharapkan akan menciptakan keseimbangan antara permintaan dan pasokan energi terbarukan di seluruh wilayah.
Baca juga :layanan online PT PLN
.jpg)
Comments
Post a Comment