Pasar Saham Syariah pada tahun 2017

 



 Pengenalan

Selama tahun 2017, meskipun pasar saham syariah sempat mengalami stagnasi bahkan penurunan, Indeks Saham Syariah Indonesia berhasil mengalami pertumbuhan yang positif. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip oleh CNBC Indonesia pada Jumat, 12 Januari 2018, menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia meningkat sebesar 14 persen.

Baca Juga :Jurusan Tata Rias: Memahami Kecantikan Lebih Dalam

Dari Rp 3.175 triliun di akhir Desember 2016, kapitalisasi pasar ini meningkat menjadi Rp 3.704 triliun di akhir Desember 2017. Selain itu, kapitalisasi pasar untuk Jakarta Islamic Index juga mengalami peningkatan signifikan, naik dari Rp 2.041 triliun di tahun 2016 menjadi Rp 2.288 triliun di tahun 2017. Jumlah saham syariah yang terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) juga bertambah dari 345 saham di tahun 2016 menjadi 382 saham di tahun 2017.

Tidak hanya saham syariah, tetapi reksadana syariah juga mencatat kenaikan yang signifikan di tahun 2017. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah meningkat dari Rp 14.914 triliun di tahun 2016 menjadi Rp 28.311 triliun di tahun 2017, dengan jumlah reksadana syariah yang beredar mencapai 181 reksadana. Ini merupakan indikasi positif bagi pasar saham syariah di Indonesia.

Sejarah Pasar Modal Syariah di Indonesia

Pasar Modal Syariah di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Dimulai dengan diterbitkannya Reksa Dana Syariah oleh PT Danareksa Investment Management pada tanggal 3 Juli 1997. Kemudian, Bursa Efek Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Bursa Efek Jakarta, bekerja sama dengan PT Danareksa Investment Management meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000. Tujuan dari indeks ini adalah untuk memandu investor yang ingin menginvestasikan dananya secara syariah.

Dengan adanya Jakarta Islamic Index, para pemodal telah disediakan saham-saham yang mematuhi prinsip-prinsip syariah Islam, seperti larangan riba (bunga) dan bisnis yang melanggar etika Islam. Ini memberikan peluang investasi yang sesuai dengan prinsip syariah bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pasar modal.

Keunggulan Pasar Saham Syariah di Tahun 2017

Pertumbuhan Kapitalisasi Pasar

Peningkatan kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia sebesar 14 persen dalam satu tahun merupakan prestasi yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham syariah di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang kuat.


Bertambahnya Jumlah Saham Syariah

Dengan bertambahnya jumlah saham syariah yang terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) dari tahun ke tahun, investor memiliki lebih banyak pilihan untuk berdiversifikasi dalam portofolio mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengelola risiko investasi dengan lebih baik.


Kenaikan Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah

Reksadana syariah menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati di tahun 2017. Kenaikan nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah yang hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya menunjukkan bahwa investor semakin percaya dengan produk ini. Reksadana syariah menawarkan kemudahan diversifikasi dan kepatuhan terhadap prinsip syariah.


FAQ (Pertanyaan Umum)

Apa yang membuat pasar saham syariah tumbuh positif di tahun 2017?

Pasar saham syariah tumbuh positif di tahun 2017 karena adanya peningkatan kapitalisasi pasar, bertambahnya jumlah saham syariah, dan kenaikan nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah.


Apa yang membedakan saham syariah dengan saham konvensional?

Saham syariah adalah saham dari perusahaan yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, seperti larangan riba dan bisnis yang melanggar etika Islam. Saham konvensional tidak memiliki pembatasan ini.


Bagaimana cara investasi di pasar saham syariah?

Investasi di pasar saham syariah dapat dilakukan melalui pembelian saham syariah langsung atau melalui reksadana syariah. Investor juga dapat memantau indeks-indeks saham syariah, seperti Jakarta Islamic Index, untuk memilih saham-saham yang sesuai dengan prinsip syariah.


Apa yang mempengaruhi kinerja pasar saham syariah?

Kinerja pasar saham syariah dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, politik, dan sosial, sama seperti pasar saham konvensional. Selain itu, kebijakan perusahaan yang mematuhi prinsip syariah juga memainkan peran penting.


Apa saja prinsip syariah yang harus dipatuhi oleh perusahaan dalam pasar saham syariah?

Prinsip syariah yang harus dipatuhi oleh perusahaan dalam pasar saham syariah meliputi larangan riba, larangan investasi dalam bisnis yang melanggar etika Islam, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip moral dan sosial Islam.


Apakah investasi di pasar saham syariah aman?

Investasi di pasar saham syariah memiliki risiko seperti investasi lainnya. Namun, karena saham-saham yang diperdagangkan mematuhi prinsip syariah, beberapa investor menganggapnya lebih etis dan sesuai dengan nilai-nilai mereka.


Kesimpulan

Pasar Saham Syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan positif di tahun 2017, dengan peningkatan kapitalisasi pasar, jumlah saham syariah, dan nilai Aktiva Bersih reksadana syariah. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal syariah semakin menarik bagi para investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Dengan potensi pertumbuhan yang kuat dan komitmen perusahaan untuk mematuhi prinsip syariah, pasar saham syariah di Indonesia memiliki prospek yang cerah untuk masa depan. Bagi para investor, investasi di pasar saham syariah dapat menjadi pilihan yang menguntungkan dan sesuai dengan nilai-nilai mereka.

Sumber artikel: teknokrat

Penulis:Yuli

Comments

Popular posts from this blog

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, mengumumkan bahwa tenaga honorer atau non-Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak akan dihapuskan pada tahun ini

Peluncuran Ponsel Terbaru Huawei Menandai Kemenangan China Meskipun Tekanan dari Amerika

Pengusaha Logistik Ngamuk, Gangguan Sistem di JICT Bikin Rugi